Menjelang Pemilihan Umum, elite politik Indonesia saling lempar komentar dan sindiran. Pekan lalu, sindiran Megawati Sukarnoputri dibalas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lewat pantun. Kini giliran Wakil Presiden Jusuf Kalla berkomentar soal isu yang sama.
Kalla balas menyindir dengan menyebut orang yang terus mengkritik kebijakan pemerintah sebagai orang yang tidak pernah puas. “Naik salah turun salah. Dia pikir bangsa kita keledai,” ujar Kalla di sela-sela lawatan ke Tokyo, Jepang, belum lama ini.
Seperti diketahui dalam Rapat Kerja Nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di Solo pekan lalu, Megawati menyindir kebijakan pemerintahan SBY-JK seperti permainan yoyo. Sindiran yang kemudian dibalas pantun oleh Presiden
Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal ada petinggi TNI yang mengkampanyekan ABS (asal) bukan presiden berinisial S ditanggapi serius oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Agustadi Sasongko Purnomo. Senin (2/2), Kasad mengumpulkan para purnawirawan TNI AD untuk menegaskan kembali netralitas TNI. “Kita tegaskan di sini, TNI Angkatan Darat pada khususnya dan TNI umumnya, akan netral dalam Pemilu. Dalam arti kita tak memihak kepada golongan apapun, tidak memihak kepada salah satu parpol atau kelompok-kelompok yang lain,” kata Kasad Agustadi di Jakarta.
Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono perihal kampanye negatif asal bukan calon presiden S atau ABS dinilai bagai menyodok angin karena hal itu tak ada. “Beliau [Presiden] mengatakan sendiri tapi beliau juga yakin itu tidak ada. Kenapa itu disampaikan,” ungkap pengamat politik, J. Kristiadi dalam dialog di Liputan 6 Petang, Jakarta, Senin (2/2).












Last Comment